Pada tanggal 1 September 2009, ketika asyik browsing tiba-tiba saya dapat SMS dari Telkomselflash yang bunyi seperti ini :
“Pelanggan Yth. Terhitung mulai tgl 1 Sep 09, Fair Usage untuk Paket Basic TELKOMSELFlash Unlimited berubah dari 2GB menjadi 500 MB. Terima kasih.
Time: 07/09/2009 12:40:29”
Awalnya sih saya cuek bebek tentang SMS itu, masalahnya saya kurang begitu paham. Namun selang beberapa hari kemudian saya merasakan setiap kali melakukan browsing dan membukan Facebook, kok lemot banget koneksinya. Bahkan tuk buka blog maskaryo dot info ini aja hampir dipastikan butuh waktu lebih dari 15 menit. Wah, ada apa yah gerangan?
Akhirnya, dalam sebuah artikel yang ditampilkan di detikINET, saya temukan jawabannya. Ternyata Telkomselflash telah melakukan pemotongan kuota bandwidth Dan inilah yang membuat Indonesia Telecommunication Users Group (IdTUG) berang sampai pada akhirnya mengajukan surat somasi yang ditujukan ke Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
“Bila tidak ada jawaban atau undangan klarifikasi dari Anda (Dirut Telkomsel), maka kami akan membawa masalah ini ke Kepolisian Republik Indonesia, tanpa harus melewati BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia). Hal ini diatur dalam ketentuan Undang undang yang berlaku (Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen),” pungkas surat tersebut.
Politikus yang sedang dagdigdug sudah dipastikan adalah Rusli Zainal yang dikenal sebagai Sang Visioner. Gubenur Riau ini emoh dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait dugaan korupsi pemanfaatan hasil hutan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Sungguh aneh negeri ini. Ketika orang ingin berbuat kebaikan memberi sebagian rezekinya kepada mereka yang tidak mampu, bukannya mendapat pujian justru harus berurusan dengan aparat hukum. Dijatuhi sanksi berupa hukuman denda sebesar Rp.150 ribu dan Rp.300 ribu. Beginikah potret negeri kita?
Beberapa waktu yang lalu aku mampir ke rumah teman, lalu di paksanya untuk makan bersama. Rupanya temanku ini tahu persis makanan kesukaanku, dihidangkannya beberapa papan petai plus sambal terasi. Alamak, …. tanpa malu-malu (emang gw pikirin) dan tanpa menunggu dipersilakan tuan Rumah, segera kuambil satu papan petai lalu kukupas mengeluarkan bijian petai.